Kakak Pandai Bersyukur

Waktu itu seperti biasa, kami sudah tiba di rumah sepulang dari kantor. 


Seperti yang juga saya biasakan kalau sudah tiba di rumah pasti saya selalu bilang kepada Kimi anak saya, "Yey udah sampai rumah, alhamdulillah... Alhamdu?lillah..."

Biasanya kimi akan mengikutinya, "alhamdulillah..."

Hari itu kimi mengulangi ucapannya beberapa kali, dia bilang alhamdulillah berkali- kali sambil menaiki tangga di luar rumah hingga tiba di depan pintu masuk.

Saya bilang, "Eh pinter, Kakak banyak bersyukur ya"

Oh iya, sebelum saya tau hamil anak kedua, kimi sudah minta dipanggil kakak dan terus menerus memanggil dirinya kakak. Padahal tadinya saya ingin dia dipanggil teteh atau mbak, jadi ya sudahlah seperti panggilannya kepada saya yang berbeda dengan yang saya minta, saya ikuti saja haha.

"Bagus kakak, kita memang harus banyak bersyukur supaya dikasih lebih banyak kebaikan. Karena kalau mengeluh, nanti yang kita dapat bukan lebih banyak kebaikan malah sebaliknya"

Oh ya, saya bilang begitu yang juga membuat hati saya tertohok hehe secara saya juga belum menjadi hamba yang pandai bersyukur. Jadi hati saya juga berkata, "wah kok bisa saya berkata seperti itu, yang memang benar adanya dan bukan main- main bahwa Allah akan menambah nikmat bila kita bersyukur. Sedangkan saya juga masih banyak mengeluh".

Jadi malam itu saya bermain bersama kakak dengan hati yang terus merasa dan terus berdoa mudah- mudahan keluarga kecil kami bisa menjadi ahli syukur, jadi hamba yang lebih baik lagi. Pandai mensyukuri hingga lupa cara mengeluh.

Aamiin

You Might Also Like

0 comments