Membentuk Kebiasaan Sebelum Tidur (Bedtime Routines) Pada Bayi

Buybu pasti sudah familiar dengan istilah sleep training atau bedtime routines?

Sleep training memang perlu banget dan bagus untuk melatih kemandirian anak kita sejak ia bayi. Tapi gak semua Ibu bisa menerapkan sleep training sejak dini karena berbagai macam alasan.

Oh iya, sebenarnya apa sih sleep training itu?

Sleep training adalah latihan tidur sendiri. Ya, ga jauh dari terjemahannya yaa Buybu. Hihi. Jadi, kita mengajarkan anak kita untuk tidur sendiri, tanpa nenen, tanpa dot, tanpa ditimang dan diayun- ayun, literally "tidur dengan sendirinya".

Apa sudah bisa dibayangkan Buybu tingkat kesulitannya?

Atau mungkin Buybu bertanya kapan waktu yang tepat untuk bisa menerapkan sleep training pada anak?

 

Menurut Jennifer Garden, Seorang terapis yang menjalankan bisnis Sleepdreams (Konsultan Tidur Nyenyak di luar negeri) di Vancouver, sleep training sudah bisa diterapkan sejak bayi berumur 4 sampai 6 bulan. Karena pada usia itulah bayi sudah mengalami sleep regression yaitu suatu fase ketika bayi sering terbangun saat sedang tidur dan sulit untuk dapat tertidur nyenyak kembali. Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan bayi sering terbangun ketika sedang tidur seperti pergerakan kita di sekitarnya yang bisa mengganggu tidur bayi.

 
Semua Ibu tentu berbeda dan masing- masing punya alasan dan kebijakan tersendiri. Ada yang masih bayi banget tapi sudah sleep training, ada yang baru berumur dua tahun baru tidur sendiri, ada juga yang tidur sendirinya pada saat anak berumur 3 tahun ke atas.

Nah kalau saya nih Buybu, sampai saat ini anak bayi berusia 19 bulan pun saya masih belum menerapkan sleep training. Kenapa?

Selain karena kamarnya yang belum siap, saya sendiri juga belum siap tidur terpisah selama anak saya masih nenen. Meskipun itu harusnya tidak dapat dijadikan alasan, namun ya kembali lagi masing- masing Ibu punya kebijakannya sendiri kan hehe

Nah walaupun Kimi belum tidur sendiri, tapi saya membuat suatu kebiasaan sebelum tidur yang bahasa kerennya itu "bedtime routines", selain karena efeknya yang bisa meningkatkan kualitas tidur kita dan sang anak, juga supaya anak terbiasa melakukannya bahkan hingga dia remaja dan dewasa.

Sebetulnya mungkin bukan suatu hal mutlak menerapkan kebiasaan sebelum tidur pada anak, karena nyatanya banyak orangtua bisa hidup dengan baik walau tanpa menerapkan bedtime routines, namun bagi saya khususnya, adanya bedtime routine ini memberi dampak secara positif tentu saja baik bagi anak maupun bagi diri saya sendiri.

Diantara dampak positif bedtime routines yang saya rasakan antara lain:

1. Membuat bayi tidur lebih nyenyak dan lebih lama;

2. Mengenalkan bayi rutinitas sebelum tidur sehingga bayi akan mengerti kapan waktunya tidur;

3. Kualitas tidur bayi yang sehat tentu akan berdampak pada tumbuh kembang yang baik;

4. Pola tidur bayi yang sehat tentu saja membuat pola tidur orangtua juga terjaga;

5. Yang pasti rutinitas sebelum tidur ini bisa menjadi sanity saver para ibu juga.


Oke tanpa perlu panjang lebar lagi, mari kita saksikan hihi

Ini dia bedtime routines ala Ami

 

Pertama, pastikan perutnya terisi

Sebelum memulai rutinitas sebelum tidur, pastikan kita semua sudah makan dan sudah kenyang termasuk anak bayi kita. Jangan sampai bayi tidur dalam keadaan lapar karena nanti tidurnya tentu saja jadi gak nyenyak dan sering terbangun.
 

Kedua, bebersih

Versi aslinya sebetulnya mandi Buybu, versi asli menurut konsultan tidur Jennifer Garden tadi yah. Mandi air hangat sebelum tidur dimaksudkan agar tubuh bayi lebih rileks. Namun, karena budaya di Indonesia pada umumnya tidak ada mandi malam, jadi kita biasakan saja sebelum tidur untuk bebersih. Boleh pakai kain basah hangat atau tisu basah juga boleh kalo Buybu udah mager banget ye kan haha.
Sama kayak Ami, biasanya pertama saya ajak kimi sikat gigi dulu. Karena kimi baru mengenal sikat gigi jadi sikat giginya bisa lama banget sampe setengah jam. Setelah sikat gigi selesai, baru saya bilang, “ayo sekarang kita bebersih yaa”. Lalu saya basuh dengan kain atau tisu dari wajah, ketiak, sampai telapak kaki harus bersih.

Ketiga, pijat ringan

Sudah bersih, sudah cebok, sudah dikeringkan dengan handuk. Sekarang saatnya kita baluri dengan minyak telon. “Nah sekarang kimi udah bersih, jadi Ami pijit yaa pakai minyak telon dan handbody”. Kalau saya mijitnya pun Cuma sebentar saja Buybu, Cuma sekedar karena ingin mengoleskan badan bayi dengan telon dan handbody saja, biasanya bayi yang terbiasa dipijat pun akan anteng dengan sendirinya.

Keempat, ganti popok dan baju

“Yeay udah bersih dan wangi, sekarang kita pakai popok dan baju tidur!”
Setelah selesai bebersih dan pijit- pijit ringan, waktunya memakaikan popok baru dan baju tidur deh Buybu. Baby pasti happy dengan rutinitas mau tidur yang menyenangkan ini walau dia mungkin masih mau main dan gak mau diem tapi dia paham Buybu ketika di awal kita sudah bilang “Wah sudah waktunya tidur nih, yuk kita siap- siap Bobo!”.

Kelima, bacakan buku cerita

Nah karena kimi sudah mengerti, jadi biasanya saya akan bilang, “Baca buku yuk, mana bukunya tolong ambilkan buku yaa kita baca bareng- bareng”. Biasanya kegiatan baca buku ini Cuma sebentar Buybu karena bayi seringnya langsung minta nenen.

Keenam, nenen sambil membacakan doa

Ini merupakan program yang penting karena sekaligus mengajarkan anak bacaan doa dan surat- surat Al-quran. Berhubung kimi belum tidur sendiri dan masih ada rutinitas nenen sebelum tidur, jadi beginilah yang saya terapkan. Ketika kimi nenen, saya membacakan surat Al- fatihah dan 3 kul, yaitu Al- ikhlas, Al- falaq, dan An- nas. Setelah itu, saya bacakan doa untuk kedua orangtua dan sapujagat, yang ditutup dengan doa sebelum tidur. Kalau kimi belum juga tertidur, senandungkan solawat, biasanya ibunya yang akan tertidur duluan. Haha


Tidak ada yang sempurna dan memang saya pun kadang luput dari menerapkan kebiasaan sebelum tidur ini, dan bener aja kalo belum bebersih dan lain sebagainya, tidur malam anak bayi jadi gak nyenyak dan sering terbangun. So, saya merasakan sendiri sih manfaat dari kebiasaan sehat sebelum tidur ini.

Tiba- tiba ada netijen berkata,
 

"Kenapa sih mau tidur aja ribet banget?"

Selain karena kualitas tidur pada bayi atau anak yang masih dalam pertumbuhan itu penting, dan rutinitas seperti di atas dapat membuat bayi lebih nyenyak dan tidur lebih lama.
 
Tapi ada alasan lain di balik itu yang berasal dari lubuk hati saya sebagai ibu bekerja yang bertemu anak dalam sehari kurang lebih hanya sekitar 4-5 jam saja, maka bagi saya dan anak saya mungkin hanya kegiatan sebelum tidur ini lah bagian terbaik dalam setiap harinya yang secara khusus bisa saya persembahkan untuknya.
 
Saya bisa mengajaknya bermain, menemaninya menyikat gigi, membersihkan dirinya sambil bernyanyi, memijitnya sambil mengajarinya anggota tubuh, membacakannya buku- buku, dan mengajarinya bacaan doa dan ayat Al- quran.

Sambil berdoa, semoga kelak, walau kita sibuk bekerja, kita masih punya waktu untuk mendidik anak- anak kita menjadi anak yang soleh- soleha.





You Might Also Like

0 comments