3 Alasan Mengapa Masalah Rumah Tangga Harus Diselesaikan Berdua Saja?

Rumah tangga yang harmonis bukan berarti adalah rumah tangga yang tanpa konflik dan masalah. Justru adanya masalah dan berbagai konflik akan menjadi pembuktian kedewasaan suatu hubungan.

Nyatanya masih banyak pasangan yang belum menyadari ini, bahwa niat awal menikahnya masih karena alasan yang indah- indahnya saja, padahal nikah itu gak cuma soal indahnya, banyak sekali masalah dan konflik yang kalau dihadapi dengan bijaksana sesungguhnya bisa jadi pelajaran supaya diri kita semakin dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan yang pasti akan dihadapi dalam hidup.

Tidak hanya itu, masih banyak juga yang belum menyadari perlunya kekompakkan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam rumah tangga. Maksudnya, gak bisa Cuma satu pihak yang berjuang, pihak lain pun harus mau belajar. Dengan begitu, keduanya dapat melangkah maju dan belajar menjadi lebih baik bersama- sama.

Terkait hal ini, ada suatu nasehat yang hampir pasti selalu ada di awal pernikahan, yang juga pernah saya baca di instagramnya Ardhi Bakrie berikut

 
                                   Instagram Ardi Bakrie

Di caption tersebut tertulis nasehat Ardi Bakrie untuk sepupunya, Arya Bakrie "...terus juga kalo pas lagi ada masalah, selesaiinnya just the two of you aja...jgn pernah pake ajak- ajak orang luar just to prove anything..."

Pas baca itu, i completely agree with his statement (eaaa jadi ikut- ikutan bahasa inggris deh Ami nih hihi) terutama poin penting ini "kalo ada masalah selesaikan berdua saja".


Bukan tanpa sebab juga saya bisa ujug- ujug setuju dengan pernyataan tersebut. Karena ada sebuah kejadian terkait ini alias kisah nyata pernikahan yang bisa kita jadikan pelajaran.

Jadi kieu, saya punya teman, teman sepermainan, dimana ada dia selalu ada sayaaa..

Atuh jadi nyanyi hihiiii

Jadi gini, saya punya seorang teman dekat yang belum juga satu tahun menikah tapi masalah dalam rumah tangganya sudah tersebar kemana- mana. Padahal saya sama dia aja tinggalnya udah beda kota, tapi saya yang di kota lain udah denger masalahnya juga. Darimana saya denger? Ya dari orangnya sendiri sih.

Jadi hampir semua keluarga besar dan teman- temannya tau tentang masalah rumah tangganya. Parahnya lagi gak cuma dari pihak perempuannya saja yang bercerita sana sini, laki- lakinya juga sama bercerita sana sini yang saya sendiri juga gak ngerti untuk membuktikan apa ceritanya itu.

Pembenaran kah atau pembelaan kah?

Karena masalahnya sudah kadung menyebar dan saya gak tau apa yang udah orang lain sarankan kepada teman saya itu, akhirnya hanya sedikit kata yang bisa saya berikan yang intinya begini:

"Awal pernikahan memang merupakan masa sulit pasangan karena ini masa adaptasi, masalah sepele pun bisa jadi konflik berkepanjangan kalau tidak segera diselesaikan"


Itu aja dulu sambil menceritakan bahwa saya pun sama, sering ada konfliknya, namanya juga wanita dan laki- laki yang gak pernah tinggal serumah tiba- tiba tinggal serumah bahkan sekamar. Pastilah bakal terjadi banyak perbedaan yang kalau tidak disikapi dengan bijaksana atau tidak segera diselesaikan maka ambyar jadinya.

Saya inginnya bilang, "Baiknya masalah itu diselesaikan berdua saja, atau berdua dulu saling terbuka maunya bagaimana, kalau udah mentok baru bawa pihak lain yang bijaksana tentunya, karena bawa pihak lain juga gak bisa sembarang orang".


Tapi saya tau masalahnya sudah semakin serius karena sudah melibatkan banyak sekali orang. Terlihat jelas masing- masing seringkali update status di media sosial yang seolah ingin membuktikan sesuatu yang saya pun gak tau apa itu. Namun berkat itu juga akhirnya teman saya saat ini sedang dalam proses gugat cerai yang mana teman saya itu bilangnya, ini sudah takdir dan dia juga sempat mengaku kalau imannya lemah jadi dikalahkan egonya yang tinggi.

Padahal inginnya saya membantah pernyataan dia, tapi gimana? Lama- lama saya jadi kesel juga karena nasehat dan saran gak ada yang masuk.

Dari sini, saya ingat nasehat itu, bahwa suami istri harus saling menutup rapat aib masing- masing pasangan. Kalau untuk masalah kecil saja kita tidak bisa menutupnya apalagi masalah yang besar, dan sungguh saya tidak memudahkan hal itu karena nyatanya hal ini sulit sekali dilakukan apalagi wanita yang memang fitrahnya sangat gemar bercerita.

Namun tentu larangan menyebarkan cerita keburukan ataupun masalah dalam rumah tangga bukan karena alasan yang tidak baik, banyak orang menasehati demikian tentu karena ada kebaikan di dalamnya.

Dari kisah di atas dapat saya coba simpulkan 3 alasan kenapa masalah rumah tangga dianjurkan untuk diselesaikan berdua saja?


1. Adakalanya masalah memang perlu diselesaikan berdua saja

Seperti yang telah disebutkan di awal bahwa masalah yang terjadi dalam rumah tangga bisa menjadikan kita pribadi yang lebih dewasa. Maka ketika masing- masing pasangan sudah sama- sama berkomitmen untuk bisa kompak dan saling menguatkan, serta mampu berkompromi untuk menemukan jalan keluar dari setiap konflik maka selama masalah tersebut bisa diselesaikan berdua saja tidak perlu melibatkan pihak lain.
Satu lagi yang perlu diingat, jangan pernah membiarkan dan mendiamkan masalah sekecil apapun karena yang kecil jika dibiarkan akan menjadi besar dan berbahaya bagi kedamaian rumah tangga. Waspadalah waspadalah. Hehe

2. Tidak semua orang bisa memberikan saran yang tepat

Ini pun sama seperti kisah nyata teman saya, mungkin tidak masalah jika kita hanya sekedar bercerita tanpa mendengarkan feedback-nya. Namun kebanyakan tidak seperti itu, malah yang sering terjadi semakin kita bercerita semakin kita merasa stress dan tertekan. Maka tentu saja kalaupun harus bercerita, jangan ke sembarang orang, pilih orang yang tidak memihak, yang dirasa lebih bijaksana dan berpengalaman, bukan kepada orang yang malah akan bikin masalah jadi lebih runyem.

3. Curhat ke pihak lain bisa memunculkan rasa saling curiga

Bercerita masalah rumah tangga kita ke orang lain bukan Cuma akan membuat masalah makin rumit, tapi juga kita dinilai tidak bisa menjaga perasaan pasangan. Bukankah semua orang inginnya dihargai? Maka hargailah pasanganmu dengan menanyakan pendapatnya apalagi ketika lagi ada konflik, bertanyalah untuk kompromi “Jadi kalau saya maunya begini, gimana menurut kamu?”. Siapa tau bisa ambil jalan tengah supaya sama- sama enak dan gak ada lagi konflik.


Jadi itu dia tiga alasan utama kenapa suami istri dianjurkan untuk menutup rapat masalah rumah tangganya. Mungkin karena sebegitu berbahayanya juga mulut kita ya Buuk, lidah tidak bertulang kalau denger temen cerita bukannya kasih saran yang bijaksana malah makin membuat dia merasa benar sehingga egonya jadi tambah tinggi aja deh. Atau malah kebalikannya membuat dia merasa makin stress dan terpuruk. Serba salah kan karena ga ada yang bener- bener tau kondisi sesungguhnya, jadi emang udah paling bener deh selesaikan masalah berdua aja sama suami.

Gimana Buybu? Ada yang gak setuju?


You Might Also Like

2 comments

  1. iya mba ami, bener, masalah rumah tangga itu memang harus dibicarakan dan diselesaikan berdua, ga boleh keluar rumah beritanya baik ke orangtua, mertua, saudara kandung ataupun teman akrab. jangan sampai karena cerita masalah malah jadi mengumbar aib keluarga atau rahasia dalam rumah tangga. jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita keluar dari permasalahan, InsyaAllah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Mbak, setujuu jadikan sabar dan solat sebagai penolong :)

      Delete